Monday, January 26, 2015

Iblis Terpaksa Bertamu kepada Rasulullah SAW : Iblis Makhluk Terlaknat

                                                                                                            Iblis
Ini dia salah satu kisah inspiratif yang bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua.Kisah saat Iblis Terpaksa Bertamu kepada Rasulullah SAW .  Dalam kisah yang satu ini Iblis akan memaparkan dengan jelas dan jujur apa apa saja hal yang dilakukan iblis,yang disukai iblis,yang dibenci iblis,teman iblis,anak anak iblis,cara iblis menggoda,dll.Cerita Iblis tepaksa bertamu ke Rasulullah SAW ini cukup panjang namun mengandung poin poin pada tiap bagiannya.Selamat membaca dan memahami.

Catatan : Pada kisah Iblis Terpaksa Bertamu kepada Rasulullah SAW ,karena belum ada bukti hadist shohih yang mengemukakan kisah ini,maka penulis belum dapat memastikan apakah kisah ini memang pernah dialami Nabi Muhammad SAW atau hanya sebuah kisah untuk inspirasi . Namun penulis berharap kisah ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi para pembaca.Berikut kisah selangkapnya.

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas


Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”



Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”



Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas


Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. “

“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. “

“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

 Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”



Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”



10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT


“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.


Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)

juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”


Sampaikanlah risalah ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan tsb. Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syaithan.

Mudah-mudahan dengan demikian kita dapat setidak-setidaknya membuat hidup ini lebih nyaman dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman.

Wednesday, January 21, 2015

Replika Baju Nabi Adam, setinggi 60 Hasta

“Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian setelah Adam, makhluk itu semakin berkurang tingginya seperti sekarang ini“
(HR.Bukhari), Hadis ini juga terdapat dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad.

Berdasarkan hadis di atas, maka benarlah ketinggian Nabi Adam a.s adalah 60 hasta. 1 hasta = 45.72 cm. Jadi, tinggi Nabi Adam adalah kira-kira 27.432 meter. Hampir mencapai 30 meter. wallahu’alam.

Baju Nabi Adam A.S. Setinggi 29 meter

Baju tersebut hanyalah replika dibuat di Jeddah, Arab Saudi. Sekadar untuk melihat setinggi manakah rupa bentuk Nabi Adam A.S.

Tempoh menjahit 18 hari. Tinggi 29 meter dan lebar 9 meter..

Perghhh amatlah tinggi dan besarnye Nabi Adam,Moyang kiter dulu..Kalau ikutkan replika Dinosour pun cuma dua tiga kali ganda je daripada ketinggian kita.

Entah-entah kalau ada Dinosour zaman Nabi Adam dulu,mungkin seperti biawak je saiz nye bagi Nabi Adam..huhu.Tapi tak silap Sensasi Dinosour dah pun mati oleh letusan gunung berapi sebelum Nabi Adam turun ke Bumi

Semakin lama di Bumi nie,semakin banyak mahkluk semakin kecil saiz mahkluknya.

Bayangkan kalau tahun 4000,kalau lah belum kiamat lagi,mcm mana agaknya saiz manusia..adakah kita akan kelihatan seperti gergasi ?

Kisah Belalang Emas dan Nabi Ayub A.S


Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh.

Lantas Allah SWT berfirman: “Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?”
Nabi Ayub AS menjawab: “Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.”

Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkatan atau keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa erti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bolehterasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.

Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah. Sabda Rasulullah SAW:
“Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan:
“Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang kedekut dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi di dunia dan akhirat kerana tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

Kisah Jiran Nabi Musa A.S di syurga (Anak Soleh)

Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus denganAllah s.w.t. Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah s.w.t.. Nabi Musa sering bertanya dan Allah s.w.t. akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah s.w.t.. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?". Allah s.w.t pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.

Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu. Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan.

Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik. Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.

"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah s.w.t. telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodoh rupanya. Soal dosa mereka dengan Allah s.w.t. itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah s.w.t.. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya.

"Setiap hari aku berdoa kepada Allah s.w.t. agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah s.w.t. menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah s.w.t. masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi. Maka ketika itu juga Allah s.w.t.menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."

Allah s.w.t. juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga." Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.

Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa. Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah s.w.t. supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah s.w.t. Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.

Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah s.w.t

Kisah Benar: Balasan Allah terhadap Kaum Nabi Luth

“Wahai saudari, sudikah saudari menerima kami sebagai tetamu keluargamu?” ujar salah seorang daripada tiga malaikat yang menjelma sebagai pemuda tampan bertubuh sasa itu. Si gadis yang sedari tadi begitu leka mencedok air dari perigi itu terkejut. Hampir sahaja timba yang sedang dipegangnya lucut ke dalam perigi. Wajahnya menjadi pucat. Lidahnya serta-merta kelu. Dia tidak dapat berkata apa-apa. Hatinya tiba-tiba diserang bimbang. Kebimbangan yang bukan disebabkan oleh kehadiran pemuda-pemuda kacak di hadapannya itu. Tetapi kerana dia telah dapat mengagak apa yang bakal berlaku sekiranya mereka diterima bertamu di rumahnya.

Anak gadis Nabi Luth itu cukup arif dengan amalan buruk warga Sadum yang pantang melihat lelaki muda, berwajah tampan dan bertubuh sasa. Pasti anak muda itu menjadi mangsa untuk memuaskan nafsu serakah mereka. Pada mereka, wanita tidak ada daya tarikan langsung. Lelaki hanya untuk lelaki, manakala wanita untuk wanita.
“Apa yang harus aku jawab kepada mereka,” bisik si gadis itu sendiri. Dia menjadi begitu serba salah.
“Apakah kedatangan kami ini menganggu saudari?” tanya pemuda itu kembali. ”
” Oh tidak. Tapi… bolehkah tuan-tuan tunggu di sini sebentar. Biar saya maklumkan dahulu kepada bapa saya,” balas si gadis terputus-putus. Dia mencapai bekas air yang hampir penuh dan pulang dengan tergesa-gesa.
Demi mendengar kedatangan tiga tetamu muda remaja itu, Nabi Luth mula gusar dan berasa tidak tenteram. “Ini adalah hari yang amat sulit bagiku,” kata Nabi Luth.
Baginda amat mengerti apakah akibatnya seandai kedatangan para tetamunya itu diketahui oleh kaumnya. Namun tabiatnya yang suka menerima tetamu, tetap kuat mendesak meskipun risiko yang terpaksa diterimanya sangat tinggi. Hari sudah menjelang malam, baginda sendiri pergi menjemput para tetamunya itu.
Kepada isteri dan puteri-puterinya dipesan agar perkara itu dirahsiakan, jangan sampai tersebar kepada orang ramai. Kelak mengundang bahaya yang besar. Malangnya, si isteri tidak mampu berlaku setia. Dihebahnya berita perihal tetamu-tetamu mereka kepada kaumnya.
Sebaik sahaja mendengar berita yang menarik dan sangat ditunggu-tunggu itu, bergegas dan berpusu-pusulah mereka ke rumah Nabi Luth.
“Wahai Luth! Bukakan pintu ini dan serahkan anak-anak muda itu kepada kami. Kami sangat memerlukan mereka. Buka pintu ini cepat!” Salah seorang daripada mereka terjerit-jerit sambil menendang daun pintu rumah Nabi Luth.
“Wahai Luth! Engkau larang kami dari mendekati anak muda, sebaliknya engkau sendiri menyimpan tiga orang pemuda,” jerit satu suara yang lain.
“Ya Allah, selamatkanlah kami,” doa Nabi Luth sambil memandang ke arah para tetamunya.
“Wahai kaumku! Aku ada anak gadis. Aku bersedia mengahwinkan kamu dengan mereka sekiranya kamu mahu. Tinggalkanlah perlakuan buruk kamu selama ini. Dan janganlah kamu ganggu para tetamu kami ini.”
Nabi Luth tidak henti-henti menasihati kaumnya.
“Ah! Usah hendak bersyarah di sini. Kami ke mari bukan untuk mendengar leteranmu. Kami ke sini untuk bersuka ria.” Suara-suara mereka kian tegas dan semakin tidak terkawal.
“Hai Luth! Engkau sememangnya tahu kami tidak perlu kepada wanita. Tapi kami yakin engkau tahu apa yang kami perlukan sekarang.”
“Baik engkau serahkan mereka kepada kami segera. Kalau tidak kami akan pecah-pecahkan pintu ini.”
Nabi Luth tahu kemungkaran apa yang akan terjadi sekiranya tetamunya jatuh ke tangan mereka yang telah tenggelam dalam perlakuan yang melampaui batas itu. Baginda juga sedar, kalau dipertahankan sekalipun, mereka pasti cuba untuk menceroboh masuk. Kini, apa yang mampu dilakukan oleh Nabi Luth hanyalah berdoa kepada Allah SWT. Hanya kepada Allah sahajalah tumpuan terakhir, tempat baginda berserah diri dan bergantung harap.
Namun baginda dapati suatu keanehan; tiada terbayang walau sedikit pun tanda-tanda kebimbangan pada wajah para pemuda itu. Mereka kelihatan begitu tenang dan bersahaja.
“Wahai Luth! Usah khuatir dengan ugutan mereka,” kata salah seorang daripada pemuda itu. Nabi Luth seakan-akan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh salah seorang tetamunya. Baginda memandang tepat ke arah pemuda yang bersuara itu. Bunyi ketukan pada pintu bertambah kuat dan keras.
“Wahai Nabi Allah! Sebenarnya kami adalah malaikat utusan Tuhanmu. Kami jamin mereka tidak akan dapat mengganggu kamu. Bawalah keluarga dan pengikutmu keluar dari sini di akhir malam ini kecuali isterimu kerana dia termasuk golongan yang derhaka.”
Kini, barulah Nabi Luth sedar bahawa pembalasan dari Allah ke atas sikap keterlaluan kaumnya telah hampir tiba… Tepat ketika seperti yang ditentukan oleh Allah, penglihatan kaum yang derhaka itu ditarik, dan serta-merta segalanya makin kelam, hitam. Setiap mata telah menjadi buta. Akibatnya, keadaan menjadi hingar-bingar dan bercelaru. Masing-masing jadi buntu dan hilang haluan, lantas bertembung antara satu sama lain.
Menjelang Subuh, tatkala Nabi Luth, beberapa keluarga dan pengikutnya sudah berada agak jauh dari sempadan kota Sadum, maka turunlah azab Allah SWT. Allah memerintahkan malaikat memotong kedua-dua belah sempadan bumi warga Sadum itu dengan kedua-dua sayapnya. Kemudian bumi itu dijulang tinggi ke langit dan diterbalikkan bahagian yang atas ke bawah, yang bawah ke atas, lalu dihempas sekuat-kuatnya ke dasar bumi. Hancur berkecailah kota Sadum dan turut terkuburlah sama para pengamal homoseks di perut buminya.
Kemudian kawasan itu dihujani pula oleh batu-batu daripada tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Dan di dataran itu jugalah akhirnya terbentuknya sebuah lautan. Lautan yang digelar sebagai `Laut Mati`. Ia adalah lambang kebesaran kerajaan Tuhan, juga sebagai tanda keadilan-Nya di dunia lagi agar manusia sentiasa mengagungkan dan membesarkan syariat-Nya.